konvensional sekarang beralih pada judi online yang sifatnya lebih personal dan tidak melibatkan orang lain dalam kegiatan perjudian. Dalam hal ini seperti diatur dalam pasal 303 KUHP perjudian yang sifatnya offline (konvensional) dilarang oleh pemeritah Indonesia. Dan dikuatkan lagi oleh UU ITE dimana penyelengara judi online menjadi sangat dilarang oleh negara Indonsia. Dalam kenyaataanya judi online ini semakin marak dan berkembang pesat mengingat dengan adaya teknologi informai yang semakin privat seperti smartphone, laptop dan juga berbagai perangkat yang semakin pribadi. Sehingga kegiatan judi menjadi ranah pribadi yang sulit dijamah penegak hukum. Ditambah lagi para pengelola memberikan jaminan taruhan online sedikit modal banyak untung dan aman

Fenomena taruhan online sedikit modal peminat berlimpah

Kenyataan yang terjadi dalam situs taruhan online yang terjadi adalah bahwa jaminan taruhan online sedikit modal membuat peminat semakin berlimpah dengn harapan mendulang untung dalam situs judi online ini. Semua itu terjadi karena kemudahan sarana pendukung judi online diperoleh secara mudah dan murah. Smartphone dengan harga Rp.600.000 dan modal deposit yang cuma 50 ribu dapat memainkan permainan taruhan online sedikit modal.

Pertumbuhan peminat taruhan online dengan sedikit modal dipengaruhi oleh beberapa hal yang dapat saya jabarkan disini sebagai berikut :

  • Perkembangan teknologi transfer data dan internet yang semakin maju, baik itu koneksi kabel atau nirkabel
  • Perkembangan perangkat pendukung game online seperti Smartphone, laptop, dan wifi modem
  • Perkembangan tarif internet dan data yang semakin murah dikeluarkan oleh berbagai provider seluler
  • Perkembangan perangkat lunak game taruhan online
  • Perkembagan forum diskusi dan komunitas petaruh online
  • Perkembangan jumlah situs judi online baiak lokal maupun luar negeri.

Berbagai perkembangan inilah yang membuat peminat taruhan online semakin meningkat dari waktu kewaktu disamping itu pengelola semakin hari semakin kreatif mengembangkan fitur layanan yang membuat member betah bermain dalam sebuah situs termasuk tawaran rate minimal deposit yang cukup murah dan dapat terjangkau katong para member yang bermain disitus tersebut. Fenomena ini menarik untuk tidak hanya sekedar di mati namun juga dianalisa karena dengan menganalisa fenomena ini kita mendapatkan gambaran akan masyarat iindonesia yang sebenarnya.

Dari analisa itu saya mendapatkan pemahaman jika masyarakat ini membutuhkan hiburan yang menghasilkan uang. Seperti fenomena  ndangdutan pantura yang tak sekedar hiburan namun juga ajang untuk jualan berbagai pernjual makanan dan banyak lagi. Fenomena judi online ini juga fenomena yang kurang lebih mirip dimana pemain bermain judi sekaligus mendapatkan penghasilan dari hiburan judi itu. Namun pertanyaanya sederhana mengapa perjudian tidak dilegalkan saja, kalau melihat peraturan yang berlaku sebenarnya jika ada ijin tentunya bisa saja disahkan tetapi mengapa tidak ada yang mau minta ijin ya para penyelengara judi. Pusing deh kalau mikirin itu semua.

Mungkinkah taruhan online sedikit modal di legalkan

Pada pasal 303KUHP ayat 2. Berbunyi “barang siapa ikut serta main judi di jalan umum atau di pinggir jalan umum atau di tempat yang dapat dikunjungi umum, kecuali kalau ada izin dari penguasa yang berwenang yang telah memberi izin untuk mengadakan perjudian itu. Jika merujuk pada pasal ini  perjudian dapat saja di legalkan asal mendapat ijin dari penguasa yang berwenang. Artinya taruhan online sedikit modal jika mau dilegalkan juga dimungkinkan jika merujuk pada pasal ini judi bisa saja dilegalkan untuk mendapatkan penghasilan. Namun dengan pasala yang lain pasal ini sangat bertentangan sehingga apakah mungkin perjudian akan dilegalkan sejauh di beri ijin.

Rasanya jika pasal dijadikan rujukan maka banyak sekalia pengusaha judi akan menjadi bahagia mengembakan bisnisnya tanpa sembuyi-sembunyi lagi dan banyak juga penghasilan yang akan di terima oleh penguasa yang memberi ijin. Namun apakah pasal ini benar-benar dapat dirujuk? Perlu kajian serius lagi apakah pasal ini dimungkinkan untuk menjadi landasan bahwa judi dapat dilegalkan dalam negara ini karena undang-undang memunginkan adanya pelegalan pada perjudian meskipun ada pasala dan ayat lain yang pastinya akan bertentangan dengan pasal itu.  apapaun hasil pertentangan dari beberbagai pasal kita tidak perlu pikirkan karena itu bukan tugas kita.

Apa yang menjadi kesimpulan dari postingan ini dari fenomena semakin banyaknya peminat dari judi online dan  juga dari fakta aturan hukum yang nyatanya memang sulit sekali melegalkan perjudian, meski sebenarnya ada kemungkinan. Fakta yang ada bahwa :

  • Judi semakin marak baik konvensional atau online
  • Judi semakin dibatasi semakin berkkembang
  • Metode perjudian semakin beragam dan semakin sulit di deteksi
  • Taruhan pasangan judi juga semakin beragam dari ribuan hingga jutaan
  • Perkembangan teknologi pendukung judi tidak mungkin dibatasi
  • Perkembangan cara judi juga tidak mungkin dikurangi

Apa yang kemudian dapat membatasi perjudian jika fakta dilapangan menunjukan baik dengan media online maupun kovensional tidak semakin berkurang peminatnya melainkan semakin bertambah. Maka sebaiknya kalau menurut saya sendiri sebagai pribadi biarkan saja menjadi bola liar perjudian online itu akan mendapatkan wadah dan tempatnya tersendiri seperti halnya pelacuran.

Pelacuran sebenarnya muncul dari kebutuhan seks yang tidak dapat tersalur semestinya, layaknya kebutuhan biologis yang natural dan alami sebagai cara mempertahankan populasi seks sendiri adalah sebuah cara yang palaing alamiah. Dalam konteks manusia berakal budi seks bukan sekedar cara mempertahankan populasi manusia namun juga menjadi alat bersenang-senang (hiburan) sehingga dari jaman purba pelacuran (seks komersil) tidak dapat dihilangkan. Namun seiring dengan perkembangan pendidikan moral dan berbagai norma kemasyarakatan seks komersil memiliki tempat tersendiri yang semakin sulit dijangkau oleh orang yang sekedar iseng. Begitu juga taruhan online sedikit modal dibiarkan begitu saja pasti suatu saat akan menemukan jalanya sendiri dimana peminat dan pelakukanya akan membentuk komunitas exlusivenya sendiri sehingga diluar mereka tidak akan mungin dapat berinteraksi dengan mereka. Dalam hal ini perjudian dan pelacuran bila semakin direpresi akan semakin memekarkan tajinya dan bila dibiarkan saja tanpa di otak aktik maka akan memiliki tempatnya tersendiri. (*)